sejarah keluarga
Keluarga besar Bpk Bambang Suyatno
Masyarakat Liberal Indonesia 1900-1945
Mulanya di Surakarta Dr Mas Wahidin Sudiro Husodo, memperkenalkan budaya jawa melalui Organisasi bentukan Boedi Utomo.
Imigran Cina yang hadir di Indonesia kian banyak. Menggeser pola perdagangan kelas menengah yang memegang beberapa pertautan pasar dan perekonomian.
Sarekat Dagang Islam (SDI) di bentuk oleh Haji Omar Said Cokroaminoto. Yang intinya melindungi para pedagang kelas menengah dari kuatnya dominasi imigran Cina.
SDI berubah menjadi Sarekat Islam.
Pan-Komunisme melalui Komintern Masuk di Wilayah semarang, Semarang dinilai menjadi basis Sosialis kala itu, Masyarakat terpelajar dan kelas pekerja sangat dekat sekali.
Semaun tokoh sarekat Islam yang di besarkan dengan slogan slogan Marxisme mempunyai kedudukan yang baik di tubuh SI.
SDI dan SI menginginkan memasuki teritorial Politik dan Ekonomi. Hal ini tidak bisa lepas dari konsekwensi masuknya organisasi masa menjadi Organisasi Politik.
Kekuatan Perpolitikan di Jawa kian banyak dan kian Kuat
me and my soulmate
Aku dan teman temanku. Tentunya menjadi senang sekali spending my time with them. Absoulutely joy it. Yang menjadi kenangan adalah beberapa foto saya dengan Yuddi Nugroho S.psi. Karena beberapa foto saya dan beliau tidak berubah. Chemistry dan lokasi dan beberapa kejadian rata rata hampir sama. Selain itu ada beberapa foto saya dengan beberapa teman saya, yang dalam keseharian kami terlibat dalam ikatan kerja, cukup rumit dan menyenangkan.
Historic of bicycle
fixed gear, ban depan ring 26 kenda velk dura ace, ban belakang ring 27/700 kenda velk dura ace. Seatphose truavity, sadel pasific, Frame balap 27 merk oyama. steem nuke head, crank depan 46, bos giant 36.
frame Cruiser ring 27. Frog depan caribou, steem bmx, gear shimano journe 6 speed, crank depan 38, stang zusuki ts 125. Bos depan giant,
Low rider Cowok. Frame Mini Cowok ring 20.
Low rider cewek. Frame mini cewek ring 20
Dari atas ke bawah saya tawarkan . 1. satu juta tujuhratus 2.dua juta dua ratus 3.satu juta 4. satu juta dua ratus.
berminat hubungi 085655246391
Jalur Kawah Gunung Lawu via Pos 1 Taman sari bawah, sungai Belerang, Kawah G. Lawu
Tidak banyak para pendaki gunung yang tau jalur ini. ya …. menuju kawah gunung lawu. dimana kawahnya yaaa…
Tidak berada di sekitaran puncak gunung lawu, namun kawah malah ada di sekitaran pos 2 atau di taman sari atas. Kawah tersebut akan kita ketahui jika aktivitas gunung meningkat, dalam hal ini ciri cirinya akan ada suara seperti semburan udara pesawat (mendesis) diperkirakan keluar dari perut bumi melalui rongga rongga batu an dan sumber air. Jika aktivitas meniningkat maka suara kan semakin terdengar dari Pos 1 Taman sari bawah atau di Pos 2 Taman sari atas.
Perjalanan justru kami ambil jalur alternatif dati tikungan pos 1 menuju sungai belerang. Sungai ini airnya sangat asam, kecut dan asin, namun sangat bening sekali. Tentunya sungai ini berasal dari kawah Gunung lawu. Dari sungai di dekat tikungan pos 1 perjlan kami lanjutkan dengan menyusuri sungai, berjalan melewati bebatuan dan air yang sangat dingin.
Beberapa tempat yang bagus tidak kami sia siakan untuk kami jadikan spot pemotretan, berbagai flora juga kami dokumentasikan, arbei gunung, jamur dan tumbuhan perdu lainya.
Perjalanan tidak kami lanjudkan karena jalan cenderung buntu dan tidak berujung, (kemungkinan kami kelelahan, karena menyusuri sungai, jalur sebenarnya adalah menuruni lereng dari pos 2 taman sari atas) sehingga saat kabut tebal datang, hujan mulai rintik rintik, jam sudah menunjukan sekitar jam sebelas siang. Hal hal tersebut menipiskan ego kami, dan memaksa kami menuruni sungai belerang untuk kembali ke Pos 1 taman sari bawah.
touring tahun baru 2012 . Ngawi-Maospati-Magetan-Sarangan-CemoroSewu-CemoroKandang-Tawangmangu-Karangpandan-Ngargoyoso-CandiCetho-Jenawi-Bayanan-Sine-Walikukun-Ngawi
Berangkat Touring kali ini sabtu tanggal 31 desember 2011 jam 13.00
Ikut merayakan kemeriahan tahun baru 2012. Kali ini saya bersama beberapa rekan saya ikut meramaikanya. Ya… boleh jadi touring kali ini bisa dibilang touring nekad, bagaimana tidak keadaan kuda besi kami saat ini telah berumur plus minus 40 tahun. Tentu saja tenaganya sudah tidak meledak meledak seperti tunggangan para biker saat ini. Ya kami membawa Honda Astra 90 cc keluaran tahun 69, dan Honda Minthi 90 cc keluaran tahun 72. Sudah uzur bukan.?
Namun ternyata urusan touring bukan dilihat dari sisi performa tunggangan kuda besinya, tapi dilihat dari sisi nyali dan mental touring itu sendiri. Sedangkan performa tunggangan para biker menjadi aspek nomor dua, dan yang nomor tiga adalah keadaan keuangan saat touring. Ketiga aspek tersebut menjadi dominan dan saling terkait.
Jalur yang kami lintasi adalah jalur bergunung gunung dari lereng Gunung Lawu sebelah timur, terus ke arah selatan hingga di jalan raya tertinggi di pulau jawa yaiti si cemoro sewu dan cemoro kandang dengan ketinggian 1860 m diatas permukaan laut. Tentu saja kami harus berkali kali berhenti untuk sekedar mendinginkan mesin, dan melanjutkanya saat keadaan mesin kembali normal dan bisa bertenaga.
Kami lanjutkan perjalanan kami dengan mendaki Gunung Lawu pas di saat pergantian tahun. Adapun ulasan pendakian gunung Lawu akan kami tulis pada Postingan berikutnya.
Kami susuri lereng sebelah barat dengan melintasi CemoroKandang menuju tawangmangu, yang bermedan turunan sangant curam, kondisi jalan yang sempit dan kemacetan yang luar biasa. Malah hingga tawangmangu kemacetan tidak dapat dihindarkan, dua jalur ketas atau ke bawah terpaksa berhenti dan saling menunggu. Bagi kami waktu adalah hal penting, kami takmau sesampainya di candi cetho sudah beranjak malam. Akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke gang gang pedesaan yang bisa menyambungkan tikungan satu dan tikunagan selanjutnya. Namun lagi lagi ada beberapa rintangan, dengan terpaksa kami membayar uang ribuan untuk akses jalan penduduk tersebut.
Sampai di tawangmangu hujan deras tak terelakan, para biker berkendara sangat pelan, karena kondisi sangat macet. Agak longgar saat keluar dari tawangmangu menuju ke Karang pandan, namun sekali lagi ego kami di tantang dengan hujan yang deras tanpa henti. Nyaris semua pakaian yang kami kenakan basah kuyub, mantel pin tak dapat kami handalkan.
Dari Karangpandan perjalanan kami lanjutkan menuju ke Ngargoyoso dan menuju Candi Cetho. Dengan kondisi medan yang banyak menanjak, hujan dan gelap, terpaksa kami harus berjalan beriringan dan pelan pelan. Disekitar pasar Ngargoyoso kondisi jalan agak memburuk, banyak sekali lubang dan tergenang air, dan tanpa sengaja salah satu biker kami, roda depan nya terantuk lubang dan menyebabkan kondisi as roda depan dan mur nya yang sudah agak aus (dol) menjadi longgar dan sulit sekali kami kendalikan.
Tanjakan Candi Cetho apalagi, memaksa kami turun dari sepeda motor dan menuntunya dengan masuk ke perseneleng satu, menuntun pelan pelan dan dengan nafas tersengal kecapekan. Sesampainya di candi Cetho kami istirahat di pos pendakian. Yang saat itu sepi, hanya ada tiga pendaki yang menyusuri jalur tersebut. Terpaksa maras dan sleeping bag kami buka kembali, tidur pulas dan makan apa kadarnya (telur dadar dan sayur lodeh pedas. teh hangat kas cetho).
Keesokan paginya kami lanjutkan perjalanan menuju Jenawi , bayanan, Sine , Walkukun. Perjalanan tersebut tidak menjadi berat karena kondisi cuaca yang cerah dan kondisi badan yang sudah fit.
Sampai di kota Ngawi jam 14.00. tanggal 2 januari 2012
me
ni foto diambil di salah satu kost di bilangan sumbersari, tepatnya di terusan ambarawa. Foto diambil sekitar tahun 2004. Iva sofia….bener ya cara mengeja hurufnya,,,,yang aku ingat cuma panggilanya ivo…
di dalam perjalanan dari jalan ijen, malang kembali tahun 2007. Pulang ke landung sari bersama teman teman. dari kiri ke kanan. saya, ana, firzah, anton.
sedangkan foto yang ini di ambil tahun 2009 saat acara maaf maafan atau minal aidin wal faidinanan di kampung saya. Dijalan Trunojoyo, tempat semua kenangan. Namun ada yang menyedihkan dengan tempat tersebut. Rumah kami dan rumah saudara kami sekarang rata dengan tanah. Semua pindah di kehidupan yang baru. dengan cerita cerita baru.


































































