Ngawi Low Rider
Ngawi Low Rider ikut berpartisipasi dalam Ngawi Car Free Day. Acara ini di gelar setiap hari minggu di sepanjang Jalan Yos Sudarso, dan di semua kawasan Alun alun. Tetapi pada dasarnya komunitas Low Rider ini bisa berafiliasi dengan siapa saja, dengan kelompok sepeda Unta atau sepeda BMX, yang penting bersepeda. Karena tema yang ingin di sampaikan pada Car Free Day ini adalah meminimkan Polusi yang disebabkan oleh emisi gas buang kendaraan ber motor.
1 comment December 26, 2009
Ekspresi
Sesungguhnya ada moment moment tertentu seseorang terlihat naturalis , apa adanya, dan tanpa di buat. Kali ini tanpa sengaja saya mendokumentasikan beberapa ekspresi beberapa pengunjung wisata pantai Parangtritis dan Pantai Depok Jogjakarta.
Memang benar, kondisi manusia bersentuhan dekat dengan alam akan melahirkan chemistry yang naturalis. Jelas berbeda jika beberapa orang tersebut bukan sedang berwisata di Pantai, namun sedang berbelanja di Mall pertokoan di kota besar.
Saya sangat tertarik dengan moment yang demikian. Ekspresi tak pernah menipu..
1 comment December 22, 2009
Potograper nekad
ini dokumentasi yang nekad, dengan bersenjata cam poket yang sangat kompak. Lalu saya dengan nekad mendokumentasikan diri saya sendiri. La bagaimana wong saya yang motret….trus saya sendiri siapa yang motret.
3 comments December 8, 2009
Grafis Pada Korek Api
Museum House Of Sampoerna Surabaya, menyimpan berbagai cerita yang bisa di ungkap kisahnya. Menceritakan dinasti Leem Seng Tee serasa tiada habisnya, semua barang, dokumentasi foto, dan ceritanya serasa memenuhi semua sudut museum ini.
Namun kali ini lain, saya mau menngungkap grafis yang di jadikan mode cetakan pada korek api. Ternyata grafis pada masa masa itu sudah sangat meriah, ada yang genit bahkan ada kesan garang, seperti pada cetakan korek api bergambar macan tersebut.
Rata rata cetakan hanya menggynakan separasi warna dua warna saja, karena akan memudahkan proses cetak dan mastering Plat nya. Hegemoni JohnKoppings pada saat ini membuat kreativitas mode cetakan tidak berkembang. Pabrik pabrik denngan brand lokal sudah tidak ada lagi.
Padahal pada era 80-90 an ada brand lokal dengan gambar barong. Yang malah Lokalness banget. Sampai saat ini Museum House of Sampoerna masih menyimpan cetakan cetakan korek api beserta plat masternya.
1 comment December 8, 2009
Surabaya Heritage Track
Surabaya Heritage Track adalah paket wisata sejarah yang di adakan oleh Museum House of Sampoerna. Bus yang di desain secara kusus saat melintasi jalan jalan bersejarah di Surabaya. Bus Berwarna merah, dan tentu disertai seorang tour leader yang berkompeten dengan sejarah planologi surabaya bagian utara.
Bus melintas di samping penjara Kalososok yang dibangun oleh salah satu Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels. Penjara ini dipakai untuk memenjarakan tawanan perang, sudah non akrif semenjak penjara medaeng digunakan. Pada sebelah kanan Penjara, temboknya sudah di Mural penuh warna, nan indah hingga kesan seram menjadi hilang.
Berikutnya bus masuk di jalan Rajawali yang dulu bernama Heiron Straad. Dominasi gedung perkantoran bergaya kolonial memenuhi jalan ini, dari gedung kantor PTPN 10-14, hotel Ibis. Di daerah ini memang digunakan sebagai kantor dagang perusahaan Eropa, Loji-loji dagang yang berdiri berjajar menghadap Kalimas, memudahkan kapal bersandar dan mengangkutnya di Loji-Loji tersebut. Yang menjadi kas dari jalan ini adalah dominasi gedung perkantoran mempunyai toang bendera miring yang melekat pada sisi depan gedung nya.
Bus bergerak memasuki samping kalimas. menuju ke arah jalan genteng, melintas di depan Kantor Polwiltabes yang dulunya di gunakan untuk gedung militer tentara belanda. Konon dari gedung ini ada Instalasi terowongan bawah tanah yang terhubung hingga penjara kalisosok. Tepat di depan gedung Polwiltabes ada gedung Anem Kantoor, atau kantor listrik yang sekarang menjadi gedung PLN, memang dari dulu gedung ini digunakan untuk tempat mrmbayar listrik, mengurusi masalah listrik, gedung ini terjaga indah hingga sekarang.
Bus terus bergerak ke selatan menuju Jalan Tunjungan. Lewat depan Siola, Gedung Siola adalah gedung perbelanjaan jalan kolonial. Nama siola diambil dari huruf depan para pembangunnya.
Taklama berselang bus melewati Hotel Majapahit, yang pada jaman kolonial bernama hotel Oranje, dan pada masa kependudukan Jepang berganti nama menjadi Hotel Yamato. Cerita yang sangat terkenal dari gedung ini adalah moment penyobekan bendera belanda.
Melewati depan Tunjungan plaza berbelok ke kiri bus berjalan lambat saat melewati Gedung Kantor Gubernur Jenderal Yang dibangun oleh Daendels, sisi depan dari gedung ini adalah sungai kalimas (yang sekarang justru menjadi sisi belakang) saat ini gedung ini dipakai oleh Pak de Karwo menjadi kantor dinas nya. Di Samping gedung Gubernur Jenderal ada Balai Pemuda, yang pada masa kolonial dipakai untuk tempat kongkow kongkow, minum beer, dan bermain bilyard. Kas gedung balai Pemuda adalah kubah segi delapan. Pas di depan gedung ini adalah gedung Bioskop, tapi kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Menuju ke sisi utara hingga depan kantor Balai Kota. Bus berikutynya menuju jalan genteng dan menyisir Kalimas melewati samping Siola dan berbelok di depan BG Junction, berbelok menuju Blauran. Daerah yang di himpit Blauran dan Kramat gantung dulu adalah pusat Kraton, malah ada beberapa gang kecil yang masih menggunakan Gapura bergaya Jawa, dan memakai nama Jawa seperti Keraton, Carikan.
6 comments December 1, 2009



























