Archive for March 17, 2009
Asal kata Segaran (daerah karang tengah) Ngawi #2
Merujuk pada sejarah Plan kota Ngawi pada masa kolonialisasi, bahwasanya tatanan kota selalu identik dengan bangunan saluran Air. Maka tulisan ini saya tujukan untuk apresiasi sejarah arsitektur dan planologi kota peninngalan Belanda.
Yang utama adalah telah matangnya konsep tata ruang kota bersangkutan dengan topografi, nilai nilai ekonomis dan nilai nilai fungsional. Secara Saluran kanal utama yang membelah kota Ngawi merupakan bangunan yang mecakup hajat hidup masyarakat, dijadikan stok air bersih dan pengairan sawah.
Namun lepas dari beberapa aspek yang membuat bangunan itu menjadi penting adalah tujuan di bagunan kanal utama itu adalah untuk menghalau pasukan perang seorang pangeran Jawa, yaitu Pangeran Diponegoro. Seperti telah menjadi sejarah Kehidupan Jawa, perang tersebut lebih terkenal dengan sebutan perang Jawa 1825 – 1830. Perang tersebut merupakan perang besar yang memaksa Pihak Belanda untuk mengambil sikap strategis dalam menghalau musuh. Karena kanal utama telah memisahkan Benteng Pendem yang yang di bangun Oleh Van Den Bosch pada tahun sekitar 1820.
Tak tik berikutnya adalah pembangunan tangsi Tentara Belanda yang sudah sangat canggih pada masa itu. Tangsi tersebut ada di utara Segaran (sekarang karang tengah) dan berlanjut menjadi bangunan Instalasi kesehatan dari Benteng Pendem Van Den Bosch. Tangsi tersebut menjadi tempat persebunyian tentara Belanda, selain di Benteng.
Obrolan berlanjut hingga akhirnya saya bertemu dengan Mr Pall (tokok sentral Rumah sakit) yang secara kebetulan mendapat cerita dari penjaga Pasien RS. dr Soeroto. Bahwa dulu ada bangunan yang berdimensi segi delapan, berlantai dua dan dapat menghadap langsung ke arah menara intai Benteng Pendem Van Den Bosch. Di duga memang hal itu sengaja di bangun untuk mengetahui gerak pasukan Pangeran Diponegoro sampai di Benteng.
Tak itu saja, obrolan kembali di lanjutkan pada seputaran instalasi bawah tanah yang di bangun dari tangsi menuju Benteng. Apalagi gunanya jika tidak lain dan tidak bukan untuk memobilisasi pasukan. Memobilisasi amunisi dari tangsi menuju Benteng. Canggih bukan.
Saya harap setelah ini ada teman teman yang mau untuk menjadi partner untuk hunting foto di seputaran rumah sakit. Hebat bukan? Sebuah tangsi yang sudah menjadi kelayakan berperang pada waktu itu.
Sipa hendak berburu gambar hubungi saya yahhhhh
kita selamatkan aset sejarah dan konsep tatanan ruang yang telah mengilhami bangunan bangunan di Indonesia.
