touring tahun baru 2012 . Ngawi-Maospati-Magetan-Sarangan-CemoroSewu-CemoroKandang-Tawangmangu-Karangpandan-Ngargoyoso-CandiCetho-Jenawi-Bayanan-Sine-Walikukun-Ngawi
Berangkat Touring kali ini sabtu tanggal 31 desember 2011 jam 13.00
Ikut merayakan kemeriahan tahun baru 2012. Kali ini saya bersama beberapa rekan saya ikut meramaikanya. Ya… boleh jadi touring kali ini bisa dibilang touring nekad, bagaimana tidak keadaan kuda besi kami saat ini telah berumur plus minus 40 tahun. Tentu saja tenaganya sudah tidak meledak meledak seperti tunggangan para biker saat ini. Ya kami membawa Honda Astra 90 cc keluaran tahun 69, dan Honda Minthi 90 cc keluaran tahun 72. Sudah uzur bukan.?
Namun ternyata urusan touring bukan dilihat dari sisi performa tunggangan kuda besinya, tapi dilihat dari sisi nyali dan mental touring itu sendiri. Sedangkan performa tunggangan para biker menjadi aspek nomor dua, dan yang nomor tiga adalah keadaan keuangan saat touring. Ketiga aspek tersebut menjadi dominan dan saling terkait.
Jalur yang kami lintasi adalah jalur bergunung gunung dari lereng Gunung Lawu sebelah timur, terus ke arah selatan hingga di jalan raya tertinggi di pulau jawa yaiti si cemoro sewu dan cemoro kandang dengan ketinggian 1860 m diatas permukaan laut. Tentu saja kami harus berkali kali berhenti untuk sekedar mendinginkan mesin, dan melanjutkanya saat keadaan mesin kembali normal dan bisa bertenaga.
Kami lanjutkan perjalanan kami dengan mendaki Gunung Lawu pas di saat pergantian tahun. Adapun ulasan pendakian gunung Lawu akan kami tulis pada Postingan berikutnya.
Kami susuri lereng sebelah barat dengan melintasi CemoroKandang menuju tawangmangu, yang bermedan turunan sangant curam, kondisi jalan yang sempit dan kemacetan yang luar biasa. Malah hingga tawangmangu kemacetan tidak dapat dihindarkan, dua jalur ketas atau ke bawah terpaksa berhenti dan saling menunggu. Bagi kami waktu adalah hal penting, kami takmau sesampainya di candi cetho sudah beranjak malam. Akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke gang gang pedesaan yang bisa menyambungkan tikungan satu dan tikunagan selanjutnya. Namun lagi lagi ada beberapa rintangan, dengan terpaksa kami membayar uang ribuan untuk akses jalan penduduk tersebut.
Sampai di tawangmangu hujan deras tak terelakan, para biker berkendara sangat pelan, karena kondisi sangat macet. Agak longgar saat keluar dari tawangmangu menuju ke Karang pandan, namun sekali lagi ego kami di tantang dengan hujan yang deras tanpa henti. Nyaris semua pakaian yang kami kenakan basah kuyub, mantel pin tak dapat kami handalkan.
Dari Karangpandan perjalanan kami lanjutkan menuju ke Ngargoyoso dan menuju Candi Cetho. Dengan kondisi medan yang banyak menanjak, hujan dan gelap, terpaksa kami harus berjalan beriringan dan pelan pelan. Disekitar pasar Ngargoyoso kondisi jalan agak memburuk, banyak sekali lubang dan tergenang air, dan tanpa sengaja salah satu biker kami, roda depan nya terantuk lubang dan menyebabkan kondisi as roda depan dan mur nya yang sudah agak aus (dol) menjadi longgar dan sulit sekali kami kendalikan.
Tanjakan Candi Cetho apalagi, memaksa kami turun dari sepeda motor dan menuntunya dengan masuk ke perseneleng satu, menuntun pelan pelan dan dengan nafas tersengal kecapekan. Sesampainya di candi Cetho kami istirahat di pos pendakian. Yang saat itu sepi, hanya ada tiga pendaki yang menyusuri jalur tersebut. Terpaksa maras dan sleeping bag kami buka kembali, tidur pulas dan makan apa kadarnya (telur dadar dan sayur lodeh pedas. teh hangat kas cetho).
Keesokan paginya kami lanjutkan perjalanan menuju Jenawi , bayanan, Sine , Walkukun. Perjalanan tersebut tidak menjadi berat karena kondisi cuaca yang cerah dan kondisi badan yang sudah fit.
Sampai di kota Ngawi jam 14.00. tanggal 2 januari 2012




















