Posts tagged ‘Tenaga Kerja’

Korelasi sistem manajemen keuangan pribadi dengan trend belanja ala era kekinian.

Memanajemen keuangan pribadi tentunya menjadi rahasia setiap individu dalam melakoninya. Namun kali ini saya mencoba mendekatkan permasalahan tersebut dengan salah satu aspek penting yang mempengaruhinya, yaitu tren berbelanja.

Saya sebagai praktisi pekerja kontrak tahunan yang merasakan hasil keringat berupa gaji bulanan. Pada era sekarang form penggajian tenaga kerja kontrak itu didasarkan oleh upah minimum regional, yang tiap lokasi pasti berbeda beda sesuai dengan jumlah biaya,kebutuhan di kota tersebut. Nah pertanyaannya ,  siapakah yang bisa menentukan jumlah minimum regional tersebut.

Hal ini tentunya mempunyai  impact yang sangat meluas sekali. Di kalangan pebisnis dan investor tentunya umr ditekan sekecil mungkin. Sedangkan di sisi para pekerja menginginkan upah terendah adalah limit kebutuhan mereka sampai di titik “safe”.

Kategori safe tentunya berbeda beda juga, namun ada parameter yang bisa disepakati secara umum bahwasanya kategori safe bisa diindikasikan melalui : tunjangan kesehatan, tunjangan hari tua, tunjangan pendidikan. Hal ini obyektif, akan menjadi opini yang di benarkan publik kalau saja parameter di atas benar.

Apakah pekerja kontrak yang sistem ikatan kedinasan nya selalu diperbarui setiap tahun mempunyai  sistematika manajemen keuangan seperti “safe” diatas? tentu saja tidak. Karena hal itu akan merepotkan pebisnis dan investor dalam melakukan usahanya.

Kalau kita kaji lebih jauh, setiap individu pastilah mengininkan kehidupanya di hari tua nyaman, aman, tenang dan tidak terbelit utang. Sehingga memungkinkan setiap individu mempunya sistem pengaturan keuangan nya secara pribadi. Bagai mana sebisa mungkin kebutuhan primer terpenuhi, tidak kurang sesuatu apapun. Setelah itu adalah kebutuhan sekunder  yang bisa kita isi dengan parameter safe itu tadi diantaranya tunjangan hari tua, tunjangan, kesehatan, tunjangan pendidikan. Dan yang terakhir adalah kebutuhan tersier kita yang berupa rekreasi, penggunaan mobil mewah, perhiasan dan lain lain.

Memanajen keuangan pribadi adalah mengatur prosentasi keuangan kita untuk pos pos tersebut, dengan asumsi semua terbagi sesuai proporsinya. Jangan sampai kita kelaparan karena tidak punya beras dan tidak bisa memasak gara gara kita kehabisan dana karena membayar premi asuransi hari tua, asuransi kesehatan dan asuransi pendidikan.

Kalau saja umr dan sistem penggajian jelas, tentu saja kita akan bisa mensiasati. Tapi bukankah negara kita dari dulu kala adalah negara jajahan, baik secara pasar, fisik, kebudayaan, ideologi dan sebagainya. Kalau itu kita tidak mampu menghalau, pemerintah sebagai payung juga tidak bisa menghalau keadaan sosial tersebut, trus kita harus bagai mana ( kita: adalah pegawai, karyawan kontrak)

Idealnya

Pegawai kerja kontrak (mempunyai gaji lebih tinggi sekitar 30% dari pada pegawai tetap dengan gaji terendah) misalkan pegawai negeri dengan golongan terendah adalah 1,8 juta rupiah. Maka pegawai kontrak harusnya mempunyai gaji 2,3 juta rupiah. Dengan asumsi pegawai kontrakan akan mengatur keuangan sendiri secara pribadi.

Nah apa korelasi sistem manajemen keuangan dengan trend berbelanja era sekarang? Berbelanja adalah membeli beberapa kebutuhan kita dengan parameter benar benar butuh (punya manfaat), atau belum butuh (suatu saat akan berguna), atau mungkin tidak butuh tetapi melengkapi kehidupan kita.

Jangan lupa gunakan azas diatas, jangan terlampau termakan trend dalam lingkup sosial kita. Pengen motor bagus dengan cc tinggi dan model terbaru? ubah mind set anda dengan motor yang apa adanya dan bahkan asal jalan saja. Tentu juga menjadi bumerang bagi kita (im an legal allien)

Gunakan apa yang menjadi perlunya saja….and keep going….

October 10, 2012 at 8:23 am 1 comment

Kelas Pekerja


sekondusif apa suasana pekerja sekelas operator, bisa menjadi penentu jam dan target produksi dalam suatau perusahaan undang undang ketenagakerjaan no 13 tahun 2003 adalah karya cipta pemerintah yang dahsyat.

mengapa dahsyat? hirearki undang undang nya harus mengacu pada undang undang tenaga kerja terlebih dahulu. kedua peraturan perusahaan, dan yang terakhir adalah perjanjian kontrak antara pemodal dan pekerja.

namun yang sekarang terjadi adalah, tidak komitmenya perusahaan akan hirearki ke tiga susunan undang undang tersebut. yang akan di gol kan adalah iklim investasi yang ramah, hingga mendorong pemodal untuk membentuk usaha. namun tak dapat dipungkiri akan kepentingan para pekerja kelas operator sering di abaikan. padahal jika di telisik, cost produksi, timing produksi, dipegang sepenuhnya oleh pekerja kelas operator. salah sedikit (miskonsepsi) antara pekerja dan jadwal. bisa berubah semua susunan pemasaran atau penjualanya. yang nota bene berakibat merosotnya nilai produksi.
pemodal jelas sebagai penguasa, ia yang mempunyai asiggnment, ia penentu kebijakan. pemodal yang sekarang, mulai tidak mengindahkan lagi undang undang tenaga kerja. ketidaksesuaian selalu muncul karena pemodal harus menekan biaya yang menggunung. tingkat kesejahteraan diabaikan, pekerjaan yang dianggap tetap(bukan harian lepas) seringkali di limpahkan pada pegawai kontrak, outsourcing. nah pertanyaanya adalah sampai level manakah pekerja endonesa merasa kondusif saat produksi berlangsung….

kita hendaknya bergandengan tangan, pemodal takkan bisa jalan sendiri tanpa pekerja dan itulah sebaliknya

November 16, 2007 at 6:18 pm Leave a comment

Tenaga Kerja

saat semua pekerja ngerti ada dua orang serikat buruh di perusahaan tempatku kerja, di putuskan hubungan kerjanya dengan pesangon satu kali PMTK. ngerti ga apa yang terjadi
semua orang langsung penuh syak wasangka padaku. itu karena aku adalah pegawai kontrak baru yang hadir di saat badai sedang dahsyatdahsyatnya.
tiap pagi mau berangkat kerja selalu aku merasa takut, penuh bimbang.
akankah aku lanjutkan perjalanan ini dalam badai pekat.
bahkan aku orang yang enggan mengejar impianku.
aku kawatir, selalu kelu dalam tengorokan ku saat obrolan makan siang di kantin.
tapi yang jelas aku udah dalam badai itu, bahkan sebagian bajukupu sudah kuyub tertera hujannya.
mau menyerahppun tanggung.
“bapak” (adalah kabagku) mengatakan, ” kowe melu o ngeli, ning ojo keli ” .aku mereka reka kalimat sederhana itu. pusing jadinya….bahkan omonganya adalah suatu komitmen yang tidak konsisten. ntah apa yang aku perbuat,


a

November 16, 2007 at 6:16 pm Leave a comment


visitor map

u b e r a l e s

menerima pemesanan : pintu lipat, pager, pengelasan, instalasi listrik dan lain lain

kalender

May 2013
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

imajimaya


on fire

dibyomilenium same as imajimaya

rss

Add to Google Reader or Homepage


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 297 other followers