Posts tagged ‘Travelling’
Resensi Novel 5 cm
Novel ini karya Donny Dhirgantoro
Sudah dicetak berulang ulang, menjadi good read indonesia. Saya sudh baca novel ini sejak saya kuliah. Sampai sekarang saya baru beli bukunya , alasanya karena kemarin saya naik lagi ke semeru bebarengan dengan shooting film tersebut. Di dalam novel ini cerita begitu cair, tidak penuh intrik, juga tidk rumit. Berbeda sekali dengan novel novel koleksi saya yang terdhulu.
Yang membuat cerita menjadi ringan dan lucu adalah penggunaan bahasa yang kekinian, tanpa aturan dan bebas, sehingga tidaak asing bagi generasi kekinian. Sedikt sedikit diselipkan liryc lagu band ternama dn juga penyanyi legenda, membuat seakan akan kita ikut bergumam saat membaca liryc tersebut.
Bercerita tentang mimpi beberapa anak muda tentang hidupnya. Mereka memutuskan untuk berpisah dan menjalani hidupnya masing masing selama tiga bulan. Hal ini akan menambah kuatnya chemistry saat bertemu. Saat berpisah itupun mereka menjali hal hal yang berat, hal yang harus selesai sesuai targetnya, tanpa teman, tanpa ada candaan, tanpa bantuan bahkan tanpa senyum mereka. Namun semua berjalan dengan mulus, karena mereka mnegerti mimpi akan menjadi nyat saat kita mau meraihnya.
Tiba waktunya bertemu mereka mengadakan perjalanan petualangan, mendaki gunung Semeru. Mencuplik quote Lord Boden Powell, negara akan maju jika banyak pemuda mau berpetualang di hutan, di gunung dan di laut. Dalam perjalan itu mereka banyak sekali mendapat pelajaran tentang kehidupan manusia. Ada quote lagi yaitu, manusia akan menghidupkan manusia yang lainya.
Bagi para pembaca tipsnya adalah sering seringlah anda bertualang terlebih dulu, sehingga kekuatan membaca nya lebih nendang.. dan bagi yang kurang paham dengan bahasa anak kekinian, sering seringlah berlatih menggunaknya, pasti anda menjadi lebih yahudd, lebih gaul.
Fakta di balik gunung jambangan dan cerita di balik Soe Hok Gie. Semeru.
Gunung Jambangan adalah salah satu gunung yang ada di Jalur pendakian Gunung Semeru. Gunung Jambangan memilki ketinggian sekitar plus minus 3000 mdpl. Gunung ini memiliki kandungan mineral yang sangat banyak.
Jika kita berjalan di oro oro ombo (lembah putus cinta) dan mengarah masuk ke hutan hujan tropis di awal lereng gunung jambangan maka akan kelihatan puncak gunung jambangan yang longsor pada sisi kanan nya.
Konon pada jaman penjajahan jepang dan pasca penjajahan jepang gunung ini pernah di tambang. Untuk di ambil bebatuanya dan diolah (mirip di tembagapura). Pada jalur pos jambangan menuju kalimati kita akan menemukan bekas penggalianya yaitu berupa serakan batu kerikil yang sangat banyak sekali.
Namun pada era penggalianya, eksplorasinya sangat di liputi dengan pergolakan politik. seperti kita ketahui pada saat itu sejarah merah tentang PKI juga menjadi hal yang membahana, pergulatan perpolitikan juga sangat tajam.
Eksplorasi gunung tersebut konon disponsori oleh bebrapa negara, jepang amerika dan lain kain. Kehadiran Soe Hok Gie di gunung Semeru juga menjadi hal yang Rancu. Ada yang bilang Gie melakukan pendakian karena melarikan diri dari hiruk pikuk politik di jakarta. Namun ada berita pendakian yang di lakukan Gie memang di tujukan agar proses ekplorasi oleh kroni kroni negara luar negeri bisa di ketahui oleh teman teman nya dan bisa diketahui oleh semua rakyat indonesia pada umumnya.
Kematian Gie di gunung Semeru konon juga di sebabkan oleh konspirasi intelejen luar negeri agar eksplorasi gunung Jambangan tidak di ketahui oleh khalayak banya.
Fakta Lain adalah. Dulu sempat ada jalur Hartop dari Malang ke Poncokusumo, dan langsung menuju ke Ranu Kumbolo , tanpa melewati Ranu Pani. Jalur ini akan bertemu di Ranu kumbolo pada sisi barat . Atau hampir sama dengan jalur Ayeg Ayeg
Fakta lain adalah pada waktu yang hampir bersamaan, di gunung Argopuro, Jember. Juga di lakukan Eksplorasi malah di bawah puncak Rengganis terdapat bangunan run way untuk pesawat yang di bangun oleh kependudukan Jepang.
Jalur Pendakian Gunung Semeru 3676 m dpl
Gunung Semeru secara geografis terletak pada 3 kabupaten, yaitu Lumajang, Malang dan Probolinggo. Gunung semeru terletak pada TNBTS, atau Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yang merupakan Balai konservasi Flora dan Fauna dan juga tipologi masyarakat adatnya suku Tengger.
Pintu gerbang TNBTS secara resmi adalah melalui jalur Malang , Tumpang, GubugKlakah, Ngadas, RanuPane. Sedangkan Pada jalur yang lain bisa melalui Lumajang, Senduro, RanuPane. Kedua jalur ini akan bertemu pada pos pemberangkatan gunung Semeru yaitu di desa Ranupane.
Untuk jalur yang lebih komplit bisa melalui Probolinggo, Ngadisari, Bromo, Lautan Pasir, RanuPane.
Ongkos Naik mobil hartop sekali jalan dari Tumpang Ke RanuPane adalah 450ribu rupiah sekali jalan, jika kita sial berangkat sendiri maka 450ribu rupiah itu ditanggung sendiri, jika bersepuluh orang maka dapat dipastika satu orang akan membayar 45ribu rupiah.
Ongkos angkot dari Terminal Arjosari Menuju Tumpang adalah enam ribu rupiah.
Gunung Semeru adalah gunung Vulkanik yang masih aktif. Mempunyai ketinggian 3676 meter diatas permukaan laut. Memiliki tiga buah Ranu atau danau, yaitu Ranu Regulo, RanuPane, RanuKumbolo. Memiliki berbagai tebing yang masih alami, Padang Savana, Kubah Gunung berapi yang berbentuk kerucut. Memiliki kaldera dan kawah dengan sebutan Jonggring Saloka.
Untuk Jalur pendakian kita bisa melewati Pos Ranu Pane, berjalan lurus melewati samping makam melalui jalan beraspal, dan memasuki hutan Tropis yang vegetasinya masih rapat. Memasuki pos 1 watu rejeng. terus sampai di pos 2. untuk di pos 1 dan pos 2 sinyal hape bisa ditangkap pada lokasi ini.
Masuk di Pos 3 yaitu pos ambruk (karena atap seng nya benar benar ambruk) udara sudah terasa cukup dingin. Berjalan lurus ke depan dari pos 3 tanjakan cukup track, dan hingga track tanjakan berakhir jalan lanadai hingga memasuki area RanuKumbolo.
Ranu Kumbolo merupakan danau dengan view alam yang sangat indah. Lereng gunung Kumbolo, dan cekungan danau membentuk arsitrk alami yang dahsyat. Konsentrasi air cukup melimpah menjadi anugrah yang harus di sukuri. Kegiatan memasak, dan mengisi logistik menuju kalimati adalah hal yang pasti. Bagi pendaki yang enggan membuka tenda bisa beristirahat di shelter yang di sediakan TNBTS, terdapat dua shelter dengan ruangan yang cukup lebar dan hangat. Jika kita beruntung di Ranu Kumbolo ini kita bisa menemukan Elang Jawa, yang sering sekali berputar putar di atas Ranu.
Rute Berikutnya kita akan menyusuri tanjakan cinta dengan elevasi tanah sekitar 40 derajat. Mitos di tanjakan cinta ini adalah jika kita berjalan dengan berkonsentrasi membayangkan calon pasangan kita dan dengan tidak menoleh ke belakang dan berjalan tidak berhenti sampai habisnya tanjakan cinta, maka insa4jj hubungan yang akan dilalui akan langgeng.
Setelah tanjakan cinta kita akan turun dan memasuki padang savana yang cukup luas, dengan jenis flora bunnga lavender. Saat musim awal semi bunga Lavender dan edelweis sangat banyak sekali sehingga padang oro oro ombo (lembah putus cinta) akan berwarna ungu dan keputihputihan.
Padang savana habis maka kita akan kembali masuk hutan tropis dengan vegetasi rapat dan berselang seling dengan tumbuhan perdu. Daerah ini dinamakan Jambangan. Karena kita akan memutari Gunung Jambangan.
Gunung Jambangan memiliki cerita yang sangat pelik, hubunganya dengan kandungan yang tersimpan pada gunung tersebut.
Memutari gunung Jambangan kita akan memasukin daerah Kalimati. Sesuai dengan namanya maka ada sebuah area dengan bentukan ngarai yang tidak ada airnya (kecuali jika turun hujan). Di Kalimati terdapat shelter dengan empat ruangan. Cukup hangat dan fasilitas yang cukup bagus, jendela dan pintu masih berfungsi bagus. Kondisi Air kita bisa mengambil air pada SumberMani yang lokasinya cukup jauh berjalan kaki (setengah berlari 1 jam pp).
Menginap di Kalimati adalah hal yang wajib karena kita akan mendaki pada dini harinya (sekitar jam 23.00 – 00.00). Perjalan akan diawali dengan turunan menuju kalimati dan naik ke Arcopodo. Tanjakan sangat rapat sekali dan dengan pendakian sekitar jam dini hari tersebut oksigen sangat tipis.
Arcopodo merupakan lokasi sembahyang bagi masyarakat tengger adalah Arca kembar berbentuk Ganesa dan Ganendra yang lokasinya tidak dipublikasikan. Tanjakan akan berakhir di wilayah dengan nama Kelik. Kelik adalah tempat meninggalnya salah seorang pendaki yang bernama kelik (jika kita beruntung kita akan ketemu dengan kelik). Daerah ini merupakan batas vegetasi dengan kubah gunung.
Tanjakan memang berakhir, namun akan dimulai dengan tanjakan yang akan lebih hebat lagi dengan elevasi tanah 40 – 60 derajat. Track menanjak dengan butiran pasir yang cukup licin, debu yang sangat melimpah, dan dingin yang menusuk tulang. Perjalanan akan bertemu dengan Cemoro Tunggal, satu satunya flora yang masih bertahan di keringnya tanah dan dinginya suhu. Cemoro tunggal adalah seperlima dari batas vegetasi hingga ke puncak mahameru.
Hingga Puncak Mahameru jika kita berhasil mencapai puncak sebelum fajar maka kita akan dapet view yang sangat indah, tapi biasanya di setengah perjalanan antara batas vegetasi sampai puncak mahameru kita sudah sampai fajar. Sehingga fajar akan terlewati sebelum kita sampai puncak.
Di Mahameru, View akan terlihat adalah Gunung Argopuro di langit timur, di sebelah utara akan terlihat Kawasan Bromo, sedikit di langit sebelah barat akan terlihat secara berurutan adalah gunung Penanggungan, Arjuno Welirang, Gunung Putri tidur, Gunung Kelud. Sedangkan pada Langit sebelah selatan jika kita Beruntung kita akan kebagian Erupsi dari kawah gunung Mahameru Jonggring Saloka.
Secara kebetulan saat kita melakukan pendakian ada helatan shooting film 5 cm yang di sutradarai oleh rizal mantovani. Film 5 cm ini di bintangi oleh beberapa artis ternama diantaranya Fedi Nuril, Herjunot Ali, Deni Sumargo, Igor saykoji, Pevita pearce. Film ini bercerita tentang persahabatan dan mimpi, gantungkanlah mimpi di depan jidat kita dan mengambang 5 cm agar terus terlihat di depan mata kita.
Jalur Kawah Gunung Lawu via Pos 1 Taman sari bawah, sungai Belerang, Kawah G. Lawu
Tidak banyak para pendaki gunung yang tau jalur ini. ya …. menuju kawah gunung lawu. dimana kawahnya yaaa…
Tidak berada di sekitaran puncak gunung lawu, namun kawah malah ada di sekitaran pos 2 atau di taman sari atas. Kawah tersebut akan kita ketahui jika aktivitas gunung meningkat, dalam hal ini ciri cirinya akan ada suara seperti semburan udara pesawat (mendesis) diperkirakan keluar dari perut bumi melalui rongga rongga batu an dan sumber air. Jika aktivitas meniningkat maka suara kan semakin terdengar dari Pos 1 Taman sari bawah atau di Pos 2 Taman sari atas.
Perjalanan justru kami ambil jalur alternatif dati tikungan pos 1 menuju sungai belerang. Sungai ini airnya sangat asam, kecut dan asin, namun sangat bening sekali. Tentunya sungai ini berasal dari kawah Gunung lawu. Dari sungai di dekat tikungan pos 1 perjlan kami lanjutkan dengan menyusuri sungai, berjalan melewati bebatuan dan air yang sangat dingin.
Beberapa tempat yang bagus tidak kami sia siakan untuk kami jadikan spot pemotretan, berbagai flora juga kami dokumentasikan, arbei gunung, jamur dan tumbuhan perdu lainya.
Perjalanan tidak kami lanjudkan karena jalan cenderung buntu dan tidak berujung, (kemungkinan kami kelelahan, karena menyusuri sungai, jalur sebenarnya adalah menuruni lereng dari pos 2 taman sari atas) sehingga saat kabut tebal datang, hujan mulai rintik rintik, jam sudah menunjukan sekitar jam sebelas siang. Hal hal tersebut menipiskan ego kami, dan memaksa kami menuruni sungai belerang untuk kembali ke Pos 1 taman sari bawah.
Mandi di Laut
Yang ini adalah acara kunjungan industri Sekolahan ke madiun trus dilanjut ke Pacitan. Mandi di laut dipercaya sebagian masyarakat sebagai ritual untuk membuang sial. Ntah karena sial itu sendiri atau ingin benar benar mandi di pantai sehingga saya ikut ikutan bersama beberapa siswa untuk berbasah basah merasakan ombak di pantai.
Semoga sial benar benar hilang. Dan tentunya akan ada acara lain lagi ke pantai untuk membuang sial yang berikutnya
Jalur pendakian Gunung Lawu
Pendakian pada gunung Lawu 3165 mDpl dapat melalui 3 jalur. Jalur selatan yaitu melalui Cemoro Sewu, Jalur Barat melalui Cemoro Kandang, dan Jalur yang terakhir adalah jalur yang jarang sekali di lalui oleh orang pada umumnya hanya warga Ngawi pada kususnya. Yaitu jalur Srambang
Kita kupas satu persatu jalur ini. Yang pertama bagi anda yang berangkat dari Jawa timur, tentu saja perjalanan kendaraan di awali dengan manaiki bus dari terminal Maospati hingga terminal Magetan. waktu tempuh sekitar 30 menit. Jalan jalan menyusuri sesawahan padi. Hingga sedikit masuk ke kota Magetan hawa sudah beranjak sejuk. Di kota ini produk andalan nya adalah kerajinan kulit, dan tentunya ada banyak sekali barang yang bisa kita buru pada pasar sentra industri lokal. Ada tas, sabuk, sepatu dan pernak pernik lainya seputar kulit. Dari terminal magetan kita musti oper terlebih dahulu dengan naik mobil L300, menuju Ngerong (Pusat penjualan sayur mayur), melalui telaga Sarangan (telaga paling keren di seputran Ma Pan Ma Wi Rogo). dan berakhir di Cemoro sewu, yang merupakan pos pemberangkatan dari sisi selatan. Nah sekarang kita membahas medan cemoro sewu hingga puncak. Awal pendakian jalan masih lebar dan agak datar, setelah memasuki pos 1 barulah tanjakan demi tanjakan menantang di depan kita. Jalanpun juga semakin menyempit. Pepohonan di sekitar pos 1 hingga pos 3 masih sama yaitu pinus dengan di selingi pohon perdu. Namun sayang sekali pada kanan kiri jalan, dari Cemoro sewu hingga pos 1 telah di babat menjadi ladangpenanaman kobis dan wortel. Sedangkan pepohonannya rata rata telah banyak yang mati. Pada pos 1 hingga pos 2 bau menyengat keluar dari bebatuan yang mengandung belerang, adapun tempatnya masuk ke dalam hutan manjauhi jalan. Tanjakan semakin ngetrek saat meninggalkan pos 2 hingga pos 4. barulah setelah pos 4 tumbuhan perdu yang ada pada ketinggian 2600 mdpl memenuhi lembah dan ngarai. Daerah di sekitar pos lima sering di sebut dengan Cokro Suryo, Cokro Srengenge, yaitu hamparan rumput yang luas seperti alun alun. Masuk pada jalan berikutnya sudah tidak terlalu ngetrek kita memasuki daerah sumur Jolotundo, yaitu sebuah sumur berupa gua vertikal dan terdapat sumber air yang kecil di dalam nya. Konon ada cerita jika kita masuk dan mengadahkan mulut menghadap ke atas, dan secara kebetulan tenggorokkan kita ter tetesi oleh air yang menetes dari langit langit gua, maka kita akan di beri limpahan sejeki oleh yang maha kuasa. Selang beberapa puluh meter dari sumur Jolotundo kita akan sampai pada sebuah sendang, dengan nama sendang Derajat. Air terang saja melimpah di sendang yang ini, bahkan di samping sendang di bangunkan beberapa toilet umum. Dan juga banyak sekali pedagang nasi pecel musiman yang sengaja berdagang keperluan makan saat musim pendakian seperti bulan Suro kali ini. Berikutnya kita melingkari bawah puncak gunung untuk sampai pada Hargo Dalem, sebuah petilasan Prabu Brawijaya ke V, dan sebuah makam sunan Lawu. Di wilayah Hargo Dalem biasanya sangat ramai sekali, mengingat di daerah ini banyak sekali rumah rumahan yang di buat para pedagang musiman, dan memang di bikinkan rerumahan namanya Kandang Jaran atau Gedogan untuk para peziarah di petilasan Prabu Brawijaya ke V, dan sebuah makam sunan Lawu. Nah pada pagi harinya barulah kita akan melanjutkan perjalanan untuk mencapai puncak Gunung Lawu , Hargo Dumilah dengan ketinggian 3165 meter di atas permukaan laut. Di puncaknya di bangun tugu trianggulasi, dan banyak sekali sesembahan berupa dupa, kembang dan beberapa makanan, ntah untuk siapa. Dari puncak ini kita bisa melihat ke arah timur yaitu gunung Wilis, dan jika saja cuaca lagi bagus bagusnya kita bisamenyaksikan ke agungan gunung Semeru, Gunung Arjuno. Jika melihat ke arah barat bisa di lihat gunung Merapi dan gunung Merbabu.
Jalur Cemoro kandang. Dan bagi anda yang ingin mendaki dari Jawa Tengah dan Jogja. Bisa menaiki bus dari terminal Solo, melewati Palur dan Karanganyar, dan bus berakhir di Tawangmangu (terkenal dengan gerojokan sewu nya) Dari Tawangmangu berganti kendaraan pickup bertutup, atau naik L300, untuk menuju ke Cemoro Kandang. Dalam perjalan mata kita selaui manatap hamparan sesawahan kobis, wortel dan kentang, dipinggir pinggir jalanya pun ada beberapa warga yang mencuci hasil panen di saluran air pinggir jalan. Sesampainya di Cemoro kandang biasanya kita terlebih dahulu beristirahat sejenak, minum kopi ataupun hanya sekedar mengobrol saja. Karena di Cemoro Kandang terdapat lebih banya warung dari pada di Cemoro Sewu. Sepanjang jalur dari Cemoro Kandang menuju puncak jalur tidak ngetrek, namun cenderung melingkar dan menyusuri lereng bukit (kalo cmr sw melalui punggung bukit) hingga pos 2 bau dari belerang sangat menyengat, tumbuhan dari pos 1 hingga pos 4 adalah tanaman lamtoro gunung, pinus dan pakis, di selingi tanaman perdu gunung. Hingga memasuki Jurang Pangariparip jalan selalu menyusuri lereng, namun jika anada tak ingin berjalan melingkar anda bisa langsung melewati jalan sidatan, ngetrek dan kalo turun hujan jalur ini akan di lewati air bah pegunungan. Ssampai pada pos 4 nanti tumbuhan sudahmulai jarang, dan di gantikan rerumputan gunung, Cokrosrengenge lebih luas melalui jalur ini, hamparan rumput menghampar hingga nanti bertemu dengan jalur dari Cemoro Sewu, di daerah HargoDalem, Anda akan memasuki daerah pasar Dieng, yaitu hamparan padang edelweis di selinggi bebatuan yang tertata rapi, menurut mitos pasar Dieng adalah pasarnya Setan. Jika melihat ke arah utara yaitu Sisi Pasar Dieng mata kita pasti akan tertuju pada sebuah bukit yang memiliki menara BTS, yaitu bukit Hargo Kahyangan. Melaui sisi sebelah timur bukit HargoKahyangan inilah kita bisa melewati jalur pendakian dari sisi Utara (Ngawi)
Surabaya Heritage Track
Surabaya Heritage Track adalah paket wisata sejarah yang di adakan oleh Museum House of Sampoerna. Bus yang di desain secara kusus saat melintasi jalan jalan bersejarah di Surabaya. Bus Berwarna merah, dan tentu disertai seorang tour leader yang berkompeten dengan sejarah planologi surabaya bagian utara.
Bus melintas di samping penjara Kalososok yang dibangun oleh salah satu Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels. Penjara ini dipakai untuk memenjarakan tawanan perang, sudah non akrif semenjak penjara medaeng digunakan. Pada sebelah kanan Penjara, temboknya sudah di Mural penuh warna, nan indah hingga kesan seram menjadi hilang.
Berikutnya bus masuk di jalan Rajawali yang dulu bernama Heiron Straad. Dominasi gedung perkantoran bergaya kolonial memenuhi jalan ini, dari gedung kantor PTPN 10-14, hotel Ibis. Di daerah ini memang digunakan sebagai kantor dagang perusahaan Eropa, Loji-loji dagang yang berdiri berjajar menghadap Kalimas, memudahkan kapal bersandar dan mengangkutnya di Loji-Loji tersebut. Yang menjadi kas dari jalan ini adalah dominasi gedung perkantoran mempunyai toang bendera miring yang melekat pada sisi depan gedung nya.
Bus bergerak memasuki samping kalimas. menuju ke arah jalan genteng, melintas di depan Kantor Polwiltabes yang dulunya di gunakan untuk gedung militer tentara belanda. Konon dari gedung ini ada Instalasi terowongan bawah tanah yang terhubung hingga penjara kalisosok. Tepat di depan gedung Polwiltabes ada gedung Anem Kantoor, atau kantor listrik yang sekarang menjadi gedung PLN, memang dari dulu gedung ini digunakan untuk tempat mrmbayar listrik, mengurusi masalah listrik, gedung ini terjaga indah hingga sekarang.
Bus terus bergerak ke selatan menuju Jalan Tunjungan. Lewat depan Siola, Gedung Siola adalah gedung perbelanjaan jalan kolonial. Nama siola diambil dari huruf depan para pembangunnya.
Taklama berselang bus melewati Hotel Majapahit, yang pada jaman kolonial bernama hotel Oranje, dan pada masa kependudukan Jepang berganti nama menjadi Hotel Yamato. Cerita yang sangat terkenal dari gedung ini adalah moment penyobekan bendera belanda.
Melewati depan Tunjungan plaza berbelok ke kiri bus berjalan lambat saat melewati Gedung Kantor Gubernur Jenderal Yang dibangun oleh Daendels, sisi depan dari gedung ini adalah sungai kalimas (yang sekarang justru menjadi sisi belakang) saat ini gedung ini dipakai oleh Pak de Karwo menjadi kantor dinas nya. Di Samping gedung Gubernur Jenderal ada Balai Pemuda, yang pada masa kolonial dipakai untuk tempat kongkow kongkow, minum beer, dan bermain bilyard. Kas gedung balai Pemuda adalah kubah segi delapan. Pas di depan gedung ini adalah gedung Bioskop, tapi kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Menuju ke sisi utara hingga depan kantor Balai Kota. Bus berikutynya menuju jalan genteng dan menyisir Kalimas melewati samping Siola dan berbelok di depan BG Junction, berbelok menuju Blauran. Daerah yang di himpit Blauran dan Kramat gantung dulu adalah pusat Kraton, malah ada beberapa gang kecil yang masih menggunakan Gapura bergaya Jawa, dan memakai nama Jawa seperti Keraton, Carikan.
pecinan kota lama jakarta
Kawasan pecinan menjadi pilihan pertama berwisata sejarah kota kali ini. Pecinan adalah bagian yang tidak terlepas dari kota lama. Warga tionghoa selalu bermukim di wilayah yang perputaran ekonominya cukup kuat, seperti di kota lama. Profesi yang digelutinya mayoritas sebagai pedagang, namun jenis komoditinya berbeda. Sejak dulu warga tionghoa terkenal dengan ramuan jamunya, terkenal dengan sinsei atau tabibnya. Bagi pecinta kulinery jangan lewatkan lorong lorong bagian dalam pecinan ini, masakan cina atau masakan lainya cukup mudah ditemui, seperti kue kue khas cina, es doger, atau sayuran yang menjadi bahan bahan wajib Chinese food. Dilorong yang lainya nampak beberapa warga berbicara bahasa hokian dengan logat yang cukup kental. Mengelilingi pecinan dan kota lama dalam sehari saya rasa kurang lengkap, jika ingin lebih menikmati datanglah pada hari minggu dan hari libur lainya, karena kawasan kota lama ditutup untuk kendaraan roda empat dan roda dua, yang boleh lewat adalah kendaraan yang tidak beremisi kecuali angkot umum. Bagi yang cepat lelah berjalan kaki anda bisa menggunakan ojek sepeda. Kita tinggal duduk di bonceng sembari mendengarkan cerita cerita si tukang ojek. Arsitektur kota lama pun bisa menjadi bahan untuk teman teman yang menyukai fotografi. Sayang sekali kali ini saya tidak bisa menampilkan foto foto kota lama di Jakarta, selain bateray hp teman saya drop juga karena saat itu saya sedang tidak punya kamera.Kue pia khas masakan china juga tersedia disini, tinggal memilih dan mencocokan dengan uang di dompet anda, seperti kue yang ada di bedak toko kue tiong tjiu phiaJenis dan harganya bervariatif berani bersaing dengan kelezatan kue breadtalk atau kukus bronies khas bandung.Alat alat peribadatan juga tersedia di pecinan, beraneka patung untuk peribadatan umat kristiani, tasbih rosario, dan pernik pernik salib. Dipajang di etalase tersusun rapi.Si tukang ojek siap mengantar anda berkeliling kota lama.
Macet di Glodok
Kemacetan hampir setiap hari terjadi di Jakarta, seperti di jalan menuju kota lama (depan glodok), mode transportasi seperti busway mestinya telah dikenalkan oleh pemerintah Jakarta sejak tahun sembilan puluhan, karena dengan menerapkan mode transportasi busway seperti ujung gunting bermata dua. Di satu sisi jumlah kendaraan sudah tidak terbendung lagi, dan kapasitas jalan raya dikurangi untuk jalan busway.
Sedangkan regulasi mengenai emisi gas buang kendaraan bermotor belum sepenuhnya tersosialisasi
.
Kota manakah yang menjadi ibukota Indonesia
Adalah kota Jakarta
Kota manakah yang mendapat predikat kota industri di Indonesia
Adalah kota jakarta
Kota manakah yang mendapat predikat pusat bisnis di Indonesia
Adalah kota Jakarta
Kota manakah yang mendapat predikat kota paling macet di Indonesia
Adalah kota Jakarta
Kota manakah yang menjadi kota teramai pertama di indonesia
Adalah kota Jakarta
Kota manakah yang menjadi kota teramai kedua di indonesia
Adalah kota Jakarta
Kota manakah yang menjadi kota teramai ketiga di indonesia
Adalah kota Jakarta
Kota manakah yang penduduknya mencapai sepuluh juta jiwa
Adalah kota Jakarta
Jakarta sebagai pusat segala macam di Indonesia, keberpihakan pemerintah sampai pada saat ini tetap menjadikan pulau jawa lebih lebih jakarta sebagai sentralnya pembangunan di Indonesia. Walaupun telah ada kementrian pembangunan daerah timur.
Di era orde baru kepemimpinan Soeharto di galakkan program transmigrasi, program ini berhasil membuat pemerataan penyebaran penduduk yang berimpliksi pada pemerataan lapangan pekerjaan, perluasan pasar pasar ekonomi. Namun kenyataanya dukungan pembangunan di aspek lainya kurang begitu terperhatikan, misalnya pembangunan sarana prasarana jalan, pusat hiburan, sekolah dan kampus.
Bahkan di pulau jawa sendiri saja penyebaran penduduk sangat tidak merata, sebagian besar penduduk jawatengah (pemalang, brebes, purwokerto dan daerah lainya) berurbanisasi menuju daerah Jakarta yang nota bene adalah kota dengan perputaran ekonomi cukup cepat. Mayoritas mereka berkerja pada lahan non formal seperti, berjualan sayur, makanan, kuli bangunan, dan lain sebagainya.





























