ruang lingkup pekerjaan listrik

sutet adalah…ingfshsfghfghhhhsrtyd (more…)

September 27, 2016 at 3:07 am Leave a comment

10 Peralatan Tangan Manual

10 Peralatan Tangan Manua

1. Gergaji biasa nya digunakan untuk memotong benda-benda yang keras..Gergaji mempunyai dua macem yang mesin dan gergaji tangan

2.  Palu atau Martil adalah alat yang digunakan untuk memberikan tumbukan kepada benda. Palu umum digunakan untuk memaku, memperbaiki suatu benda, penempaan logam dan menghancurkan suatu objek. Palu dirancang untuk tujuan tertentu dengan variasi dalam bentuk dan struktur

palu

3. Obeng adalah perlengkapan untuk memutar sekrup yang digunakan sebagai pengencang maupun pengendur berbagai komponen.

obeng

 

 

 

September 13, 2016 at 3:36 am Leave a comment

Prioritas dalam Keselamatan Kesehatan Kerja

Setelah seluruh bahaya K3 di tempat kerja telah diidentifikasi dan dipahami, Perusahaan menerapkan pengendalian operasi yang diperlukan untuk mengelola resiko-resiko terkait bahaya-bahaya K3 di tempat kerja serta untuk memenuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya terkait dengan penerapan K3 di tempat kerja.

Keseluruhan pengendalian operasi bertujuan untuk mengelola resiko-resiko K3 untuk memenuhi Kebijakan K3 Perusahaan.

Prioritas pengendalian operasi ditujukan pada pilihan pengendalian yang memiliki tingkat kehandalan tinggi selaras dengan hierarki pengendalian resiko/bahaya K3 di tempat kerja.

Pengendalian operasi akan diterapkan dan dievaluasi secara bersamaan untuk mengetahui tingkat keefektivan dari pengendalian operasi serta terintegrasi (tergabung) dengan keseluruhan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perusahaan.

 

 

 

 

 

 

Beberapa pengendalian operasi K3 Perusahaan mencakup antara lain:

  1. Umum :
    • Perawatan dan perbaikan fasilitas/mesin/alat reguler.
    • Kebersihan dan perawatan tempat kerja.
    • Pengaturan lalu lintas manusia/barang, dsb.
    • Pemasokan dan Perawatan Fasilitas Kerja/Fasilitas Umum.
    • Perawatan suhu lingkungan kerja.
    • Perawatan sistem ventilasi dan sistem instalasi listrik.
    • Perawatan sarana tanggap darurat.
    • Kebijakan terkait dinas luar, intimidasi, pelecehan, penggunaan obat-obatan dan alkohol.
    • Program-program kesehatan dan pengobatan umum.
    • Program pelatihan dan pengembangan pengetahuan.
    • Pengendalian akses tempat kerja.
  2. Pekerjaan Bahaya Tinggi :
    • Penggunaan prosedur, instruksi kerja dan cara kerja aman.
    • Penggunaan peralatan/mesin yang tepat.
    • Sertifikasi pelatihan tenaga kerja keahlian khusus.
    • Penggunaan izin kerja.
    • Prosedur pengendalian akses keluar masuk tenaga kerja di tempat kerja bahaya tinggi.
    • Pengendalian untuk pencegahan penyakit akibat kerja.
  3. Penggunaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) :
    • Pembatasan area-area penggunaan bahan berbahaya dan beracun (B3) di tempat kerja.
    • Pengamanan pemasokan dan pengendalian akses keluar masuk penyimpanan bahan berbahaya dan beracun (B3).
    • Barikade sumber radiasi.
    • Isolasi pencemaran biologis.
    • Pengetahuan penggunaan dan ketersediaan perlengkapan darurat.
  4. Pembelian Barang, Peralatan dan Jasa :
    • Menyusun persyaratan pembelian barang, peralatan dan jasa.
    • Komunikasi persyaratan pembelian barang kepada pemasok.
    • Persyaratan transportasi/pengiriman bahan berbahaya dan beracun (B3).
    • Seleksi dan penilaian pemasok.
    • Pemeriksaan penerimaan barang/peralatan/jasa.
  5. Kontraktor :
    • Kriteria pemilihan kontraktor.
    • Komunikasi persyaratan kepada kontraktor.
    • Evaluasi dan penilaian kinerja K3 berkala.
  6. Tamu, Pengunjung dan Pihak Luar :
    • Pengendalian akses masuk.
    • Pengetahuan dan kemampuan mengenai izin penggunaan peralatan/perlengkapan/mesin/material di tempat kerja.
    • Penyediaan pelatihan/induksi yang diperlukan.
    • Pengendalian administratif rambu dan tanda bahaya di tempat kerja.
    • Cara pemantauan perilaku dan pengawasan aktivitas di tempat kerja.

Penetapan kriteria operasi K3 Perusahaan mencakup beberapa hal sebagai berikut :

  1. Pekerjaan Bahaya Tinggi :
    • Penggunaan peralatan/perlengkapan yang telah ditentukan beserta prosedur/instuksi kerja penggunaannya.
    • Persyaratan kompetensi keahlian.
    • Petunjuk individu mengenai penilaian resiko terhadap kejadian yang muncul tiba-tiba dalam pekerjaan.
  2. Penggunaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) :
    • Daftar bahan berbahaya dan beracun (B3) yang disetujui.
    • Penentuan Nilai Ambang Batas (NAB).
    • Penentuan Nilai Ambang Kuantitas (NAK).
    • Penentuan lokasi dan kondisi penyimpanan.
    • Penentuan APD (Alat Pelindung Diri).
    • Penentuan persyaratan masuk.
    • Penentuan persyaratan kondisi kesehatan/kebugaran.
  3. Kontraktor :
    • Persyaratan kriteria kinerja K3.
    • Persyaratan pelatihan maupun kompetensi keahlian terhadap personel di bawah kendali kontraktor.
    • Persyaratan pemeriksaan peralatan/perlengkapan/bahan/material kontraktor.
  4. Tamu, Pengunjung dan Pihak Luar :

Prioritas dalam k3

 

Dalam dunia pekerjaan yang dekat dengan bahaya yang beresiko tinggi perlu adanya kesepakatan tentang prioritas dalam k3.

 

  1. Tentu saja semua pihak yang dekat dengan resiko itu harus merasa terlindungi.
    Sebagai operator / pekerja itu sendiri, adalah prioritas pertama. Seorang operator tidak boleh mendahulukan keselamatan alat kerja atau produk jika dirinya sendiri terlalu beresiko dengan bahaya.
  2. Prioritas kedua adalah rekan sejawat dalam pekerjaan tersebut. Tidak boleh seorang operator melakukan pekerjaan namun membahayakan rekan nya sendiri. Contohnya, seorang teknisi yg melakukan perawatan pada mesin namun tidak memberikan tagout atau lovkout pada tombol start. Lalu secara tidak sengaja ada operator mesin tersebut menyalakan mesin.
  3. Prioritas ketiga adalah lingkungan kerja. Di lingkungan bekerja harus dijaga dengan regulasi yang kontinue dan konsisten, misalnya di lingkungan mebeler, tentu saja sirkulasi udara harus baik, udara segar harus tersedia. Selain lingkungan yg bisa tercemar kesehatan orang yang ada di lingkungan itu dalam jangka panjang bisa terancam.
  4. Prioritas ke empat adalah peralatan bekerja, investasi gedung, mesin dan lainnya. Pada prioritas ini kadang kala kepentingan investor dan kepentingan pekerja saling tumpang tindih, maka diperlukan pemahaman yang sangat jelas bagi semua anggota yang ada dalam lingkungan kerja tersebut.
  5. Prioritas terakhir adalah produk yang di buat. Produk elektronik, produk makanan dll.

 

Setelah semua prioritas tersebut dijelaskan maka orang yg ada di lingkungan itu harus bisa memilah, tidak boleh ditumpang tindihkan. Karena keperluan segelintir golongan

 

September 13, 2016 at 3:18 am Leave a comment

Keselamatan Kesehatan Kerja K3

1       Keamanan Kerja

Pengertian keselamatan kerja adalah keselamatan yang  bertalian dengan

mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan

tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan.

Keselamatan kerja bersasaran segala tempat kerja, baik didarat, didalam

tanah, dipermukaan air, didalam air, maupun diudara. Tempat-tempat

demikian tersebar pada segenap kegiatan ekonomi, seperti pertanian,

industri, pertambangan, perhubungan, pekerjaan umum, jasa dan lain-lain.

Salah satu aspek penting sasaran keselamatan kerja mengingat resiko

bahanya adalah penerapan teknologi, terutama teknologi  yang lebih maju

dan mutakhir. Keselamatan kerja adalah tugas semua orang yang bekerja.

Keselamatan kerja adalah dari, oleh, untuk setiap tenaga kerja serta orang

lainnya dan juga masyarakat pada umumnya. Keamanan kerja adalah unsur-

unsur penunjang yang mendukung terciptanya suasana kerja yang aman,

baik berupa materil maupun nonmateril.

Unsur-unsur penunjang keamanan yang bersifat material diantaranya

sebagai berikut.

1.      Baju kerja

2.      Helm

3.      Kaca mata

4.      Sarung tangan

5.      Sepatu

Unsur-unsur penunjang keamanan yang bersifat nonmaterial adalah

sebagai berikut.

1.      Buku petunjuk penggunaan alat

2.      Rambu-rambu dan isyarat bahaya.

3.      Himbauan-himbauan

4.      Petugas keamanan

Tujuan Keselamatan Kerja :

·        Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja.

·        Menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan

effisien.

·        Menjamin proses produksi berjalan secara aman

2. Kesehatan Kerja

Kesehatan kerja adalah suatu kondisi kesehatan yang bertujuan agar

masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, baik

 

jasmani, rohani, maupun sosial, dengan usaha pencegahan dan pengobatan

terhadap penyakit atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh

pekerjaan dan lingkungan kerja maupun penyakit umum.

Kesehatan dalam ruang lingkup kesehatan, keselamatan, dan keamanan

kerja tidak hanya diartikan sebagai suatu keadaan bebas dari penyakit.

Menurut Undang-Undang Pokok Kesehatan RI No. 9 Tahun 1960, BAB I

pasal 2, keadaan sehat diartikan sebagai kesempurnaan keadaan jasmani,

rohani, dan kemasyarakatan.

3. Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja dapat diartikan sebagai keadaan terhindar dari bahaya

selama melakukan pekerjaan. Dengan kata lain keselamatan kerja

merupakan salah sau faktor yang harus dilakukan selama bekerja. Tidak ada

seorang pun didunia ini yang menginginkan terjadinya kecelakaan.

Keselamatan kerja sangat bergantung .pada jenis, bentuk, dan lingkungan

dimana pekerjaan itu dilaksanakan.

Unsur-unsur penunjang keselamatan kerja adalah sebagai berikut:

a.       Adanya unsur-unsur keamanan dan kesehatan kerja yang telah dijelaskan

diatas.

b.      Adanya kesadaran dalam menjaga keamanan dan kesehatan kerja.

c.       Teliti dalam bekerja

d.      Melaksanakan Prosedur kerja dengan memperhatikan keamanan dan

kesehatan kerja.

Keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan

proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-

cara melakukan pekerjaan (Suma’mur).Sasaran Segala tempat kerja (darat,

di dalam tanah, permukaan dan dalam air, udara) :

·         Industri

·         Pertanian

·         Purtambangan

·         Perhubungan

·         Pekerjaan umum

·         Jas

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kesehatan, keselamatan, dan

keamanan kerja adalah upaya perlindungan bagi tenaga kerja agar selalu

dalam keadaan sehat dan selamat selama bekerja di tempat kerja. Tempat

kerja adalah ruang tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, atau sering

dimasuki tenaga kerja untuk keperluan usaha dan tempat terdapatnya

sumber-sumber bahaya.

Kecelakaan kerja dapat dibedakan menjadi kecelakaan yang disebabkan

oleh :

1.      Mesin

2.      Alat angkutan

3.      Peralatan kerja yang lain

4.      Bahan kimia

5.      Lingkungan kerja

6.      Penyebab yang lain

 

Kerugian Akibat Kecelakaan Kerja

1.      Kerugian Langsung

 Penderitaan pribadi, rasa kehilangan dari anggota keluarga korban

2.      Kerugian Tak langsung (tersembunyi)

 Kerusakan mesin dan peralatan, terganggunya produksi, terganggunya

waktu kerja karyawan dll.

Sebab-sebab kecelakaan

1.      Tindak perbuatan manusia yang tidak memenuhi keselamatan (unsafe

human acts)

2.      Keadaan- keadaan lingkungan yang tidak aman (unsafe conditions)

Faktor utama:

1. Peralatan teknis

2. Lingkungan kerja

3. Pekerja

80-85% kecelakaan disebabkan oleh kelalaian atau kesalahan manusia

Suatu pendapat: Langsung atau tidak langsung semua kecelakaan

disebabkan oleh semua manusia yang terlibat dalam suatu kegiatan.

Teori penyebab kecelakaan yang pernah diajukan

1. Teori kemungkinan murni (pure change  theory)

2. Teori kecenderungan untuk celaka (Accident prone theory ) Tidak dapat

menjelaskan asal usul penyebab sesungguhnya kecelakaan

·         TUJUAN KESEHATAN, KESELAMATAN DAN KEAMANAN KERJA

Kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja bertujuan untuk menjamin

kesempurnaan atau kesehatan jasmani dan rohani tenaga kerja serta hasil

karya dan budayanya.

Secara singkat, ruang lingkup kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja

adalah sebagaai berikut :

1.      Memelihara lingkungan kerja yang sehat.

2.      Mencegah, dan mengobati kecelakaan yang disebabkan akibat pekerjaan

sewaktu bekerja.

3.      Mencegah dan mengobati keracunan yang ditimbulkan dari kerja

4.      Memelihara moral, mencegah, dan mengobati keracunan yang timbul dari

kerja.

5.      Menyesuaikan kemampuan dengan pekerjaan, dan

6.      Merehabilitasi pekerja yang cedera atau sakit akibat pekerjaan.

Keselamatan kerja mencakup pencegahan kecelakaan kerja dan

perlindungan terhadap terhadap tenaga kerja dari kemungkinan terjadinya

kecelakaan sebagai akibat dari kondisi kerja yang tidak aman dan atau tidak

sehat.

Syarat-syarat kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja ditetapkan sejak

tahap perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan,

pemasangan, pemakaian, penggunaan, pemeliharaan, dan penyimpanan

bahan, barang, produk teknis, dan aparat produksi yang mengandung dan

dapat menimbulkan bahaya kecelakaan.

 

Adapun yang menjadi tujuan keselamatan kerja adalah sebagai berikut:

1. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan

pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta

produktivitas nasional.

2. Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada ditempat kerja.

3. Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan

efisien.

menggunakan ala-alat pelindung ketika melaksanakan suatu pekerjaan.

Berikut ini akan diuraikan beberapa alat pelindung yang biasa dipakai dalam

melakukan pekerjaan listrik dan elektronika.

a.Pakaian kerja

Pemilihan dan pemakaian pakaian kerja dilakukan berdasarkan ketentuan

berikut.

·         Pemakaian pakaian mempertimbangkan bahaya yang mungkin dialami

·         Pakaian longgar, sobek, dasi, dan arloji tidak boleh dipakai di dekat

bagian mesin

·         Jika kegiatan produksi berhubungan dengn bahaya peledakan/ kebakaran

maka harus memakai pakaian yang terbuat dari seluloid.

·         Baju lengan pendek lebih baik daripada baju lengan panjang.

·         Benda tajam atau runcing tidak boleh dibawa dalam kantong.

·         Tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan debu, tidak boleh

memakai pakaian berkantong atau mempunyai lipatan.

KESELAMATAN DAN KEAMANAN KERJA (K3)

Sistem keamanan dan keselamatan kerja terhadap keseluruhan personil baik

Pengawas, Pelaksana dan juga pekerja terutama yang ada di dalam

lingkungan pekerjaan menjadi hal yang sangat penting dan perlu mendapat

perhatian.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan antara lain mengadakan sosialisasi

K3, memasang rambu-rambu peringatan agar bekerja hati-hati dan

pemakaian alat-alat pengamanan untuk keselamatan kerja dan perlindungan

terhadap pekerjaan itu sendiri. Untuk melayani apabila terjadi kecelakaan

kecil disediakan kotak/almari P3K mengadakan kerja-sama dengan

Puskesmas terdekat. Apabila Puskesmas tidak mampu akan dirujuk ke

Rumah Sakit terdekat.

Seluruh tenaga kerja yang bekerja pada proyek ini akan diikut sertakan

dalam program Astek ataupun Jamsostek.

Secara umum dapat diartikan tujuan penerapan K3 di proyek adalah agar

tidak terjadi kecelakaan kerja ( zero accident)

Program keselamatan dan kesehatan kerja pada Proyek (RKP) meliputi :

·        Kondisi lingkungan lengkap dengan perencanaan site.

·        Struktur organisasi K3

·        Pokok-pokok perhatian K3

·        Identifikasi resiko kecelakaan dan pencegahan

·        Identifikasi kondisi dan alat yang dapat menimbulkan potensi bahaya.

 

·        Jenis kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

·        Daftar Instansi terkait.

·        Kondisi Lingkungan dan Perencanaan Site.

·        Pengaturan jalan mobilitas

September 13, 2016 at 3:14 am Leave a comment

Rilis susunan pemain jerman euro 2016

Kiper: Manuel Neuer (Bayern Munchen), Marc-Andre ter Stegen (Barcelona), Bernd Leno (Bayer Leverkusen)
Bek: Shkodran Mustafi (Valencia), Jonas Hector (Cologne), Benedikt Howedes (Schalke), Mats Hummels (Borussia Dortmund), Emre Can (Liverpool), Sebastian Rudy (Hoffenheim), Jerome Boateng (Bayern Munchen), Antonio Rudiger (Roma)
Gelandang: Sami Khedira (Juventus), Bastian Schweinsteiger (Man United), Mesut Ozil (Arsenal), Marco Reus (Borussia Dortmund), Karim Bellarabi (Bayer Leverkusen), Toni Kroos (Real Madrid), Julian Draxler (Wolfsburg), Leroy Sane (Schalke), Julian Weigl (Borussia Dortmund), Joshua Kimmich (Bayern Munchen)
Striker: Andre Schurrle (Wolfsburg), Thomas Muller (Bayern Munchen), Mario Gomez (Besiktas), Julian Brandt (Bayer Leverkusen), Mario Gotze (Bayern Munchen), Lukas Podolski (Galatasaray)

May 17, 2016 at 5:49 pm Leave a comment

Rilis susunan pemain inggris euro 2016

Berikut skuat lengkap timnas Inggris:

Kiper: Hart, Forster, Heaton

Bek: Bertrand, Clyne, Cahill, Rose, Smalling, Stones, Walker

Gelandang: Alli, Barkley, Dier, Delph, Drinkwater, Henderson, Lallana, Milner, Sterling, Townsend, Wilshere

Striker: Kane, Rashford, Rooney, Sturridge, Vardy

May 17, 2016 at 5:46 pm Leave a comment

Rilis susunan pemain belgia euro 2016

Berikut daftar pemain Timnas Belgia di Piala Eropa 2016:
Kiper: Thibaut Courtois (Chelsea), Simon Mignolet (Liverpool), Jean-Francois Gillet (Mechelen)
Belakang: Toby Alderweireld, Jan Vertonghen (Tottenham Hotspur), Nicolas Lombaerts (Zenit st Petersburg), Jason Denayer (Galatasaray), Dedryck Boyata (Celtic), Bjorn Engels (Club Brugge), Jordan Lukaku (Oostende), Thomas Meunier (Club Brugge), Thomas Vermaelen (Barcelona).
Tengah: Axel Witsel (Zenit St Petersburg), Marouane Fellaini (Manchester United), Mousa Dembele (Tottenham), Radja Nainggolan (Roma).
Depan: Eden Hazard (Chelsea), Kevin De Bruyne (Manchester City), Romelu Lukaku (Everton), Dries Mertens (Napoli), Michy Batshuayi (Olympique Marseille), Christian Benteke, Divock Origi (Liverpool), Yannick Ferreira-Carrasco (Atletico Madrid).
Standby: Nacer Chadli (Tottenham Hotspur), Laurent Ciman (Montreal Impact), Laurens De Bock (Club Brugge), Guillaume Gillet (Nantes), Thorgan Hazard (Borussia Monchengladbach), Kevin Mirallas (Everton), Matz Sels (Gent).

May 17, 2016 at 5:40 pm Leave a comment

Older Posts


visitor map

u b e r a l e s

menerima pemesanan : pintu lipat, pager, pengelasan, instalasi listrik dan lain lain

kalender

September 2016
M T W T F S S
« May    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

imajimaya


on fire

aan

ig ig ig ig ig ig ig ig

Wayahmu @satriyoasmoro @saryantoagus @